««•»»بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
Surah Ash Shaff 1
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
««•»»
sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu
««•»»
Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
Whatever there is in the heavens glorifies Allah and whatever there is in the earth, and He is the All-mighty, the All-wise.
««•»»
Segala apa yang di langit dan bumi mengakui bahwa hanyalah Allah yang berhak disembah tidak ada yang lain, Dialah yang menciptakan, menguasai, menjaga kelangsungan hidup, serta menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
Dia mempunyai sifat-sifat yang sempurna, semua makhluk tunduk di bawah kehendak Nya dan Dia menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud, tujuan yang Dia kehendaki dan sesuai pula dengan kegunaannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi) yakni semuanya memahasucikan-Nya. Huruf lam yang terdapat pada lafal lillaah adalah huruf zaidah; dan di sini dipakai lafal maa, karena lebih memprioritaskan yang mayoritas (dan Dialah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.
««•»»
All that is in the heavens and all that is in the earth glorifies God, that is to say, [everything] proclaims His transcendence (the lām [of li’Llāhi] is extra, and mā has been used instead of min in order to indicate the predominance [of non-rational creatures]) and He is the Mighty, in His kingdom, the Wise, in His actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Tirmizi telah mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Hakim melalui Abdullah bin Salam, yang menilainya sebagai hadis sahih telah menceritakan, kami mempersilakan duduk segolongan di antara sahabat-sahabat Rasulullah saw. Kemudian kami saling berbincang-bincang, maka kami mengatakan, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah, niscaya kami akan mengerjakannya." Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat."
(Q.S. Ash Shaff [61]:1-2)
Rasulullah saw. membacakannya hingga selesai. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang serupa hanya hadis yang diketengahkannya itu bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis lainnya melalui Abu Saleh yang menceritakan, bahwa mereka (para sahabat) berkata, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah dan paling utama (niscaya kami akan mengerjakannya)." Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan..."
(Q.S. Ash Shaff [61]:10)
Akan tetapi mereka enggan untuk melakukan jihad, maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(Q.S. Ash Shaff [61]:2)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui jalur Ali yang Ali terima dari Ibnu Abbas. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan hadis serupa hanya kali ini ia mengetengahkannya melalui Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Dhahhak yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu firman-Nya, "Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(Q.S. Ash Shaff [61]:2)
Diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki yang mengatakan dalam masalah perang hal-hal yang tidak ia lakukan, seperti memukul, menusuk dan membunuh musuh. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Muqatil, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan larinya mereka dalam perang Uhud.
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
««•»»
sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu
««•»»
Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
Whatever there is in the heavens glorifies Allah and whatever there is in the earth, and He is the All-mighty, the All-wise.
««•»»
Segala apa yang di langit dan bumi mengakui bahwa hanyalah Allah yang berhak disembah tidak ada yang lain, Dialah yang menciptakan, menguasai, menjaga kelangsungan hidup, serta menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
Dia mempunyai sifat-sifat yang sempurna, semua makhluk tunduk di bawah kehendak Nya dan Dia menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud, tujuan yang Dia kehendaki dan sesuai pula dengan kegunaannya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi) yakni semuanya memahasucikan-Nya. Huruf lam yang terdapat pada lafal lillaah adalah huruf zaidah; dan di sini dipakai lafal maa, karena lebih memprioritaskan yang mayoritas (dan Dialah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.
««•»»
All that is in the heavens and all that is in the earth glorifies God, that is to say, [everything] proclaims His transcendence (the lām [of li’Llāhi] is extra, and mā has been used instead of min in order to indicate the predominance [of non-rational creatures]) and He is the Mighty, in His kingdom, the Wise, in His actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Tirmizi telah mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Hakim melalui Abdullah bin Salam, yang menilainya sebagai hadis sahih telah menceritakan, kami mempersilakan duduk segolongan di antara sahabat-sahabat Rasulullah saw. Kemudian kami saling berbincang-bincang, maka kami mengatakan, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah, niscaya kami akan mengerjakannya." Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat."
(Q.S. Ash Shaff [61]:1-2)
Rasulullah saw. membacakannya hingga selesai. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang serupa hanya hadis yang diketengahkannya itu bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis lainnya melalui Abu Saleh yang menceritakan, bahwa mereka (para sahabat) berkata, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah dan paling utama (niscaya kami akan mengerjakannya)." Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan..."
(Q.S. Ash Shaff [61]:10)
Akan tetapi mereka enggan untuk melakukan jihad, maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(Q.S. Ash Shaff [61]:2)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui jalur Ali yang Ali terima dari Ibnu Abbas. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan hadis serupa hanya kali ini ia mengetengahkannya melalui Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Dhahhak yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu firman-Nya, "Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(Q.S. Ash Shaff [61]:2)
Diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki yang mengatakan dalam masalah perang hal-hal yang tidak ia lakukan, seperti memukul, menusuk dan membunuh musuh. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Muqatil, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan larinya mereka dalam perang Uhud.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#61:1
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#61:1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar