Minggu, 23 Agustus 2015

[061] Ash Shaff Ayat 005

««•»»
[061] Ash Shaff Ayat 005
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#61:5

Rabu, 03 Juni 2015

[061] Ash Shaff Ayat 004

««•»»
Surah Ash Shaff 4

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
««•»»
inna allaaha yuhibbu alladziina yuqaatiluuna fii sabiilihi shaffan ka-annahum bunyaanun marshuushun
««•»»
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
««•»»
Indeed Allah loves those who fight in His way in ranks, as if they were a compact structure.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT memuji orang-orang yang berperang di jalan Allah dengan barisan yang teratur dan dengan persatuan yang kokoh. Dia menyatakan: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah menyukai kaum muslimin yang berperang di jalan Allah dengan barisan yang teratur dengan kesatuan dan persatuan yang kuat, tidak ada dicelah-celah perpecahan, walaupun perpecahan yang kecil sekalipun, seperti tembok yang kokoh yang tersusun rapat dari batu-batu beton.

Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum muslimin agar mereka menjaga persatuan yang kuat dan kesatuan yang kokoh, memberi semangat yang tinggi, suka berjuang dan berkorban di dalam kalangan kaum muslimin.

Membentuk dan menjaga persatuan serta kesatuan di kalangan kaum muslimin berarti menyingkirkan segala sesuatu yang mungkin menimbulkan perpecahan. seperti perbedaan pendapat tentang sesuatu yang sepele dan tidak penting, sifat mementingkan diri sendiri, sifat membangga-banggakan suku dan keturunan, sifat mementingkan golongan, sifat yang tidak berprikemanusiaan dan sebagainya. Cukuplah kaum muslimin merasakan penderitaan yang berat pada masa yang lalu, karena pendapat yang menyatakan bahwa orang-orang keturunan Arab itu lebih mulia dari orang-orang yang bukan keturunan Arab, mengakibatkan terjadinya pertentangan dan peperangan di kalangan kaum muslimin yang berbeda keturunan, yang pada hakikatnya bersumber dari semboyan itu.

Padahal Rasulullah bersabda:
لا فضل لعربي على أعجمي إلا بالتقوى
Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas seorang Ajam (bukan Arab) kecuali dengan takwa.
(Lihat Al Mu'jamul Mufahras Li Alfazil Hadisin Nabawi, halaman 162, jilid V)

Karena itulah dalam membina persatuan dan kesatuan, Allah memperingatkan dan memerintahkan kaum-muslimin menjaga dan mengatur saf dalam salat dengan rapi, bahu membahu, tidak ada satu pun tempat yang terluang, karena tempat yang terluang itu akan diisi oleh setan, sedangkan setan adalah musuh manusia Tidaklah baik seseorang salat sendirian di belakang saf, kecuali dengan menarik ke belakang seorang yang berada dalam saf yang di depannya. Mengatur barisan dalam salat merupakan latihan mengatur barisan dalam berjihad di jalan Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Allah menyukai) artinya selalu menolong dan memuliakan (orang-orang yang berperang di jalannya dalam barisan yang teratur) lafal shaffan merupakan hal atau kata keterangan keadaan, yakni dalam keadaan berbaris rapi (seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh) yakni sebagian di antara mereka menempel rapat dengan sebagian yang lain lagi kokoh.
««•»»
Indeed God loves, He assists and honours, those who fight for His cause in ranks (saffan is a circumstantial qualifier, in other words [understand it as] sāffīna), as if they were a solid structure, with all of its parts compacted together, firm.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#61:4

[061] Ash Shaff Ayat 003

««•»»
Surah Ash Shaff 3

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
««•»»
kabura maqtan 'inda allaahi an taquuluu maa laa taf'aluuna
««•»»
mat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
««•»»
It is greatly outrageous to Allah that you should say what you do not do.
««•»»

Allah SWT memperingatkan amatlah besar dosanya mengatakan atau menyanggupi sesuatu, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya, baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan masyarakat.

Menepati janji merupakan perwujudan iman yang kuat budi pekerti yang agung, sikap yang berprikemanusiaan pada seseorang, menimbulkan kepercayaan dan penghormatan masyarakat. Sebaliknya perbuatan menyalahi janji merupakan perwujudan iman yang lemah, perangai yang jelek dan sikap yang tidak berprikemanusiaan, akan timbul saling mencurigai dan dendam kesumat di dalam masyarakat. Karena itulah agama Islam sangat mencela orang yang suka berdusta dan menyalahi janji itu.

Agar sifat tercela itu tidak dipunyai oleh orang-orang beriman alangkah baiknya, menepati janji dan berkata benar itu dijadikan tujuan pendidikan yang utama diberikan kepada anak-anak di samping beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan melatih diri mengerjakan bentuk-bentuk ibadat yang diwajibkan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Amat besar) yakni besar sekali (kebencian) lafal maqtan berfungsi menjadi tamyiz (di sisi Allah bahwa kalian mengatakan) lafal an taquuluu menjadi fa'il dari lafal kabura (apa-apa yang tiada kalian kerjakan).
««•»»
It is greatly loathsome (maqtan is for specification) to God that you say (an taqūlū constitutes the agent of [the verb] kabura, ‘it is great[ly]’) what you do not do.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#61:3

Sabtu, 25 April 2015

[061] Ash Shaff Ayat 002

««•»»
Surah Ash Shaff 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
««•»»
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu lima taquuluuna maa laa taf'aluuna
««•»»
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
««•»»
O you who have faith! Why do you say what you do not do?
««•»»

Setelah Allah SWT menerangkan sifat-sifat kesempurnaan-Nya ia memperingatkan manusia akan kekurangan-kekurangan yang ada padanya, yaitu mereka mengatakan suatu perkataan, tetapi mereka tidak mengerjakannya. Seperti mereka mengatakan: "Kami ingin mengerjakan kebaikan-kebaikan yang diperintahkan Allah", tetapi jika datang perintah Allah mereka tidak mengerjakannya.

Ada dua macam kelemahan manusia yang dikemukakan ayat ini, yaitu:
  1. Perkataan mereka tidak sesuai dengan perbuatan mereka. Kelemahan ini kelihatannya mudah diperbaiki, tetapi sukar melaksanakannya. Amatlah banyak manusia pandai berbicara, suka menganjurkan suatu perbuatan baik dan memperingatkan agar orang lain menjauhi larangan-larangan Allah, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Abdullah bin Rahawah berkata: "Para mukmin di masa Rasulullah, sebelum jihad diwajibkan, berkata: Seandainya kami mengetahui perbuatan-perbuatan yang disukai Allah tentu kami akan memperbuatnya. Maka Rasulullah menyampaikan bahwa perbuatan yang paling disukai Allah, ialah beriman kepada-Nya, berjihad menghapuskan kemaksiatan yang dapat merusak iman, mengakui kebenaran risalah yang disampaikan Nabi-Nya: Setelah datang perintah jihad, sebagian orang-orang yang beriman merasa berat melakukannya. Maka turunlah ayat ini sebagai celaan akan sikap mereka yang tidak baik itu.
  2. Tidak menepati janji yang telah mereka buat. Suka menepati janji Yang telah ditetapkan merupakan salah satu ciri dari ciri-ciri orang-orang yang beriman. Jika ciri itu tidak dipunyai oleh seorang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berarti ia telah menjadi orang munafik.
Rasulullah SAW. bersabda:
آية المنافقين ثلاث: إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا أئتمن خان
Tanda-tanda orang-orang munafik itu ada tiga macam. Yaitu apabila ia berjanji ia menyalahi janjinya, apabila ia berkata ia berdusta dan apabila ia dipercaya ia khianati.
(HR Bukhari dan Muslim)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan) sewaktu kalian meminta berjihad (apa yang tidak kalian perbuat) karena ternyata kalian mengalami kekalahan atau mundur dalam perang Uhud.
««•»»
O you who believe, why do you say, in demanding [to participate in] the struggle, what you do not do?, for you retreated at Uhud.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis lainnya melalui Abu Saleh yang menceritakan, bahwa mereka (para sahabat) berkata, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah dan paling utama (niscaya kami akan mengerjakannya)." Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan..." (Q.S. Ash-Shaff 10) Akan tetapi mereka enggan untuk melakukan jihad, maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(QS. Ash-Shaff [61]:2)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#61:2

[061] Ash Shaff Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Ash Shaff 1

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
««•»»
sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu
««•»»
Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
Whatever there is in the heavens glorifies Allah and whatever there is in the earth, and He is the All-mighty, the All-wise.
««•»»

Segala apa yang di langit dan bumi mengakui bahwa hanyalah Allah yang berhak disembah tidak ada yang lain, Dialah yang menciptakan, menguasai, menjaga kelangsungan hidup, serta menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

Dia mempunyai sifat-sifat yang sempurna, semua makhluk tunduk di bawah kehendak Nya dan Dia menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud, tujuan yang Dia kehendaki dan sesuai pula dengan kegunaannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi) yakni semuanya memahasucikan-Nya. Huruf lam yang terdapat pada lafal lillaah adalah huruf zaidah; dan di sini dipakai lafal maa, karena lebih memprioritaskan yang mayoritas (dan Dialah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.
««•»»
All that is in the heavens and all that is in the earth glorifies God, that is to say, [everything] proclaims His transcendence (the lām [of li’Llāhi] is extra, and mā has been used instead of min in order to indicate the predominance [of non-rational creatures]) and He is the Mighty, in His kingdom, the Wise, in His actions.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««
•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Tirmizi telah mengetengahkan sebuah hadis, demikian pula Imam Hakim melalui Abdullah bin Salam, yang menilainya sebagai hadis sahih telah menceritakan, kami mempersilakan duduk segolongan di antara sahabat-sahabat Rasulullah saw. Kemudian kami saling berbincang-bincang, maka kami mengatakan, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah, niscaya kami akan mengerjakannya." Lalu Allah menurunkan firman-Nya, "Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat."

(Q.S. Ash Shaff [61]:1-2)
Rasulullah saw. membacakannya hingga selesai. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang serupa hanya hadis yang diketengahkannya itu bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis lainnya melalui Abu Saleh yang menceritakan, bahwa mereka (para sahabat) berkata, "Seandainya kami mengetahui amalan-amalan yang paling disukai Allah dan paling utama (niscaya kami akan mengerjakannya)." Lalu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Sukakah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan..."
(Q.S. Ash Shaff [61]:10)
Akan tetapi mereka enggan untuk melakukan jihad, maka turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(Q.S. Ash Shaff [61]:2)
Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui jalur Ali yang Ali terima dari Ibnu Abbas. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan hadis serupa hanya kali ini ia mengetengahkannya melalui Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Imam Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Dhahhak yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu firman-Nya, "Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian perbuat?"
(Q.S. Ash Shaff [61]:2)
Diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki yang mengatakan dalam masalah perang hal-hal yang tidak ia lakukan, seperti memukul, menusuk dan membunuh musuh. Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Muqatil, bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan larinya mereka dalam perang Uhud.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of14
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=61&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#61:1

[061] Ash Shaff 2of2

2of2
14 Verses • revealed at Medinan.
««•»»
»The surah that declares God’s love of all those believers who maintain the solid Ranks or lines of unreachable communal unity in selflessly and fearlessly defending God’s cause against aggression. It takes its name from verse 4, in whicn the word “ranks” (ṣaff) occurs. The surah encouraging the believers to stick together in support of God’s cause and criticizes those who broke their word (verse 3) and those who argued against the faith (verse 7 ff.). Moses and Jesus are cited as examples of prophets whose communities were divided: the rebellious were left to stray and the faithful granted success (verse 5 ff. and verse 14). The rewards of those who strive in God’s cause are described in some detail (verse 11 ff.).«

The surah is also known as: Formations, Solid Lines, The Battle Array, The Solid Ranks.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#61


[061] Ash Shaff 1of2

1of2
14 Ayat • diturunkan di Madinah.
««•»»
Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, "Barisan") adalah surah ke-61 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat. Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan. Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya. Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya. Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.
««•»»

Pokok-Pokok Isi
  • Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya
  • Anjuran berjihad pada jalan Allah.
  • Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa a.s. pernah mengingkari ajaran-ajaran nabi mereka. Demikian pula kaum musyrik Mekkah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam).
  • Ampunan Allah dan surga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimat Allah dengan harta dan jiwa.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_As-Saff
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI